BERKARAKTER & BERPRESTASI

Senin, 16 Mei 2011

Sejarah Bhineka Tunggal Ika

Sejarah Bhineka Tunggal Ika


Written by dirrga.blogspot
Thursday, 03 March 2011 13:30

Kita sebagai bangsa Indonesia tentu sering melihat dan sangat mengenal gambar di atas ini. Namun apakah kita benar-benar mengenal gambar tersebut? Jika ditanya itu gambar apa, tentu kita bisa menjawabnya. Namun apakah kita bisa menjawab dengan benar apa nama gambar itu? Siapa perancang gambar itu? Bisakah anda menjelaskan secara detail lambang-lambang yang terkandung di dalamnya? Marilah kita mulai satu per satu.

Sekilas

Gambar di atas itu merupakan lambang negara Indonesia. Lambang negara berupa seekor Burung Garuda berwarna emas yang berkalungkan perisai yang di dalamnya bergambar simbol-simbol Pancasila, dan mencengkeram seutas pita putih yang bertuliskan “BHINNEKA TUNGGAL IKA”. Sesuai dengan desainnya, lambang tersebut bernama resmi Garuda Pancasila. Garuda merupakan nama burung itu sendiri, sedangkan Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang disimbolkan dalam gambar-gambar di dalam perisai yang dikalungkan itu. Nama resmi Garuda Pancasila yang tercantum dalam Pasal 36A, UUD 1945.

Sejarah

Sultan Hamid II

Perancangan lambang negara dimulai pada Desember 1949, beberapa hari setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Belanda. Kemudian pada tanggal 10 Januari 1950, dibentuklah Panitia Lencana Negara yang bertugas menyeleksi usulan lambang negara. Dari berbagai usul lambang negara yang diajukan ke panitia tersebut, rancangan karya Sultan Hamid II lah yang diterima. Sultan Hamid II (1913–1978) yang bernama lengkap Syarif Abdul Hamid Alkadrie merupakan sultan dari Kesultanan Pontianak, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Kalimantan Barat dan juga Menteri Negara Zonder Portofolio pada era Republik Indonesia Serikat.

Setelah disetujui, rancangan itupun disempurnakan sedikit demi sedikit atas usul Presiden Soekarno dan masukan berbagai organisasi lainnya, dan akhirnya pada bulan Maret 1950, jadilah lambang negara seperti yang kita kenal sekarang. Rancangan final lambang negara itupun akhirnya secara resmi diperkenalkan ke masyarakat dan mulai digunakan pada tanggal 17 Agustus 1950 dan disahkan penggunaannya pada 17 Oktober 1951 oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Sukiman Wirjosandjojo melalui PP 66/1951, dan kemudian tata cara penggunaannya diatur melalui PP 43/1958.

Meskipun telah disahkan penggunaannya sejak tahun 1951, tidak ada nama resmi untuk lambang negara itu, sehingga muncul berbagai sebutan untuk lambang negara itu, seperti Garuda Pancasila, Burung Garuda, Lambang Garuda, Lambang Negara, atau hanya sekedar Garuda. Nama Garuda Pancasila baru disahkan secara resmi sebagai nama resmi lambang negara pada tanggal 18 Agustus 2000 oleh MPR melalui amandemen kedua UUD 1945.

Makna dan Arti Lambang

Garuda Pancasila terdiri atas tiga komponen utama, yakni Burung Garuda, perisai, dan pita putih.

Burung Garuda

Burung Garuda merupakan burung mistis yang berasal dari Mitologi Hindu yang berasal dari India dan berkembang di wilayah Indonesia sejak abad ke-6. Burung Garuda itu sendiri melambangkan kekuatan, sementara warna emas pada burung garuda itu melambangkan kemegahan atau kejayaan.

Pada burung garuda itu, jumlah bulu pada setiap sayap berjumlah 17, kemudian bulu ekor berjumlah 8, bulu pada pangkal ekor atau di bawah perisai 19, dan bulu leher berjumlah 45. Jumlah-jumlah bulu tersebut jika digabungkan menjadi 17-8-1945, merupakan tanggal di mana kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

Perisai

Perisai yang dikalungkan melambangkan pertahanan Indonesia. Pada perisai itu mengandung lima buah simbol yang masing-masing simbol melambangkan sila-sila dari dasar negara Pancasila.

Pada bagian tengah terdapat simbol bintang bersudut lima yang melambangkan sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Lambang bintang dimaksudkan sebagai sebuah cahaya, seperti layaknya Tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi setiap manusia. Sedangkan latar berwarna hitam melambangkan warna alam atau warna asli, yang menunjukkan bahwa Tuhan bukanlah sekedar rekaan manusia, tetapi sumber dari segalanya dan telah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada.

Di bagian kanan bawah terdapat rantai yang melambangkan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai tersebut terdiri atas mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkait membentuk lingkaran. Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sedangkan yang lingkaran melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkait pun melambangkan bahwa setiap manusia, laki-laki dan perempuan, membutuhkan satu sama lain dan perlu bersatu sehingga menjadi kuat seperti sebuah rantai.

Di bagian kanan atas terdapat gambar pohon beringin yang melambangkan sila ketiga, Persatuan Indonesia. Pohon beringin digunakan karena pohon beringin merupakan pohon yang besar di mana banyak orang bisa berteduh di bawahnya, seperti halnya semua rakyat Indonesia bisa “berteduh” di bawah naungan negara Indonesia. Selain itu, pohon beringin memiliki sulur dan akar yang menjalar ke mana-mana, namun tetap berasal dari satu pohon yang sama, seperti halnya keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia.

Kemudian, di sebelah kiri atas terdapat gambar kepala banteng yang melambangkan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Lambang banteng digunakan karena banteng merupakan hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah di mana orang-orang harus berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu.

Dan di sebelah kiri bawah terdapat padi dan kapas yang melambangkan sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas digunakan karena merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, yakni pangan dan sandang sebagai syarat utama untuk mencapai kemakmuran yang merupakan tujuan utama bagi sila kelima ini.

Pada perisai itu terdapat garis hitam tebal yang melintang di tengah-tengah perisai. Garis itu melambangkan garis khatulistiwa yang melintang melewati wilayah Indonesia.

Warna merah dan putih yang menjadi latar pada perisai itu merupakan warna nasional Indonesia, yang juga merupakan warna pada bendera negara Indonesia. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian.

Pita dan Semboyan Negara

Pada bagian bawah Garuda Pancasila, terdapat pita putih yang dicengkeram, yang bertuliskan “BHINNEKA TUNGGAL IKA” yang ditulis dengan huruf latin, yang merupakan semboyan negara Indonesia. Perkataan bhinneka tunggal ika merupakan kata dalam Bahasa Jawa Kuno yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Perkataan itu diambil dari Kakimpoi Sutasoma karangan Mpu Tantular, seorang pujangga dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Perkataan itu menggambarkan persatuan dan kesatuan Nusa dan Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai pulau, ras, suku, bangsa, adat, kebudayaan, bahasa, serta agama.

Semoga bisa nambah wawasan kita tentang negara tercinta kita ini …

setidak nya kalo nanti di tanya orang kita bisa jawab ….

Instruktur Paskibraka Sekarat Disambar Petir


Instruktur Paskibraka Sekarat Disambar Petir


Wednesday, 04 August 2010 00:00


BOGOR, Berita Kota - Dua orang menderita sekarat akibat disambar petir saat berteduh di bawah pohon yang berada di lapangan Sempur, Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa. (3/8) sore. Korban yang sekarat dan saat ini dirawat intensis di IGD RS PMI Bogor adalah M Iqbal (19), instruktur Pasukan Pengibar Bendera Pusaka ( Paskibraka), dan Adit (30), pedagang mi ayam.

Selain korban sekarat, sembilan orang lainnya yang juga merupakan instruktur Paskibraka Dodi (19), Maulana Hasanudin (20), Rangga Rajasatian (19), Teguh Rahman Hakim (19), Kancah Pradigdo (20), Denni Wijayanto (19),Toto Sugianto (19), Jantri (19) dan Arga Satrio (20). Namun, nasib kesembilan orang ini meski tersambar masih lebih baik dari rekannya, M Iqbal - Keterangan yang diperoleh, kejadian ini berlangsung sekitar pukul 17.30.

Kancah Pradigdo, salah satu korban mengatakan, kejadian itu terjadi sesaat setelah mereka melatih calon Paskibraka (capas) 2010 yang berjumlah 38 anggota. Setelah itu, seluruh capas berteduh di gedung perikanan yang ada di areal Lapangan Sempur. Sedangkan kita-kita, berteduh di warung mi ayam sambil nunggu hujan reda, ujar Kancah saat ditemui di ruang IGD RS PMI. Kancah menjelaskan, saat berteduh di warung mi ayam, tiba-tiba petir menyambar Jantri, rekan nya, hingga terpental. Sambaran tersebut juga mengenai M Iqbal dan Adit, pedagang mi ayam. "Kita juga semua kena sambaran petir yang merambat lewat tanah, tapi tidak terlalu parah. Yang parah. Iqbal sama pedagang mi ayam, kata mantan Purna Paskibraka tahun 2004 ini.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Bogor Bambang Gunawan mengatakan. Pemkot Bogor menanggung semua biaya pengobatan korban yang tersambar petir. "Kita juga akan memindahkan lokasi latihan ke tempat yang lebih aman," katanya saat menjenguk korban. Smentara itu, korban lainnya yang selamat mengaku masih bersyukur karena tidak mengalami kejadian fatal dalam musibah itu. Kendati demikian, para instruktur Paskibraka ini mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa rekannya. (wd)

Tim Paskibraka Bawa Bekal Masa Depan

Tim Paskibraka Bawa Bekal Masa Depan



Warta Kota - Pelajar yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara menorehkan kebanggaan dan peristiwa bersejarah tersendiri. Pasalnya, mereka berhadapan dengan Presiden RI dan menerima langsung bendera dari Presiden RI untuk dikibarkan. Bukan hanya upacara HUT Kemerdekaan, tapi Paskibraka selalu hadir di hari-hari penting nasional lainnya.

Akan tetapi, beberapa waktu lalu. Tim Paskibraka dari DKI Jakarta sempat terserempet masalah pelecehan seksual dan tindak kekerasan. Mantan-mantan anggota Paskibraka yang tergabung dalam Puma Paskibraka Indonesia (PPI) DKI Jakarta mencoba mengklarifikasi kasus tersebut di Eplcentrum Walk. Rabu (20/10).

"Kami baru sekarang memberi penjelasan, karena kami sangat menghargai pihak-pihak yang ingin memfasilitasi persoalan secara kekeluargaan." tutur anggota PPI DKI Jakarta Arif Parhusip.

Banyak orangtua yang marah sehingga dilakukan mediasi dan masih terus dicari kebenaran atau diselidiki kasus tersebut Ditambah lagi pemberitaan dari kasus tersebut yang dianggapnya sudah melenceng dari fakta-fakta yang ditemukannya. Untuk itu, PPI juga sudah memohon maaf kepada orangtua terkait munculnya kasus tersebut.

"Sudah saatnya kami komunikasikan dengan publik. Selanjutnya, kami mengikuti proses hukum dan mengedepankan nilai-nilai kesopanan," kata Arif yang juga bekerja sebagai sales manager di perusahaan makanan ternama.

Banyak manfaat

Arif menjelaskan menjadi anggota Paskibraka banyak manfaat yang bisa dipetik untuk bekal masa depan. Misalnya, dalam latihan kedisiplinan, kepemimpinan, kemandirian, kejujuran, dan sopan santun yang ditempa saat menjadi tim pengibar bendera. Dinas Olahraga Daerah (Disorda) DKI Jakarta dipercaya untuk melatih para pelajar di Paskibraka selama 3 bulan dilatih fisik dan mental.

"Hasil pelatihan ini terus terbawa ke dunia kerja dan sangat bermanfaat," ucapnya. Hingga saat ini sudah ribuan orang yang menjadi Purna Paskibraka Indonesia.

Anggota PPI lainnya. Alfi Puteri Bakrie, yang tahun 1989 Ikut mengibarkan bendera pusaka mengatakan orangtua saat ini berbeda dengan orangtua zaman dulu. Orangtua zaman dulu percaya anaknya bisa melalui berbagai rintangan dan tempaan tanpa harus selalu ikut campur dalam menyelesaikan masalah anaknya. Akan tetapi, di saat ini orangtua cenderung lebih khawatir dengan keadaan anaknya.

Begitu juga dengan orangtua yang anaknya terpilih menjadi Paskibraka juga ada kekhawatiran dengan pelatihan-pelatihan yang dilakukan anaknya. "Saat ini. orangtua terlalu ketat. Orantua ingin anaknya menjadi anggota Paskibra, tapi tidak ingin begini tidak ingin begitu," tutur Alfi yang pernah menjadi Ketua Paskibraka DKI Wilayah Jakarta Selatan.

Pembinaan generasi muda

Yossi Yuliandra yang mantan ketua PPI mengatakan Paskibra sebagai tempat pembinaan, bukan pembiasaan. Setelah selesai menunaikan tugas Paskibra dalam satu tahun, anggota Paskibra masuk dalam organisasi PPI. Para anggota PPI mengikuti berbagai kegiatan, salah satunya ikut membina dan melatih tim

Paskibra yang baru. Kegiatan lain yang dilakukan PPI DKI Jakarta. sepetti lomba formasi bendera, pekan budaya Indoensia. Operasi Semur Car Free Day. kompetisi menulis dan membaca cerita pendek, dan donor darah.

DI masa depan, PPI akan ikut memperbaiki Paskibra, seperti mengomunl-kasikan dan menyosialisasikan kegiatan dan pelatihan Paskibraka. sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Selain itu, masalah di Paskibraka itu juga harus segera diselesaikan, karena akan berakibat kepada perekrutan anggota Paskibraka pada Februari di tahun mendatang.

"Kalau masalah berlarut-larut siapa yang akan menjadi anggota Paskibra." tutur Arif, (tan)

Anggota Paskibraka Model Ideal bagi Pemuda

Anggota Paskibraka Model Ideal bagi Pemuda PDF Print E-mail
Saturday, 24 July 2010 00:00

Jakarta, Pelita - Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bisa menjadi model ideal bagi pemuda dan diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas dengan baik, tetapi juga harus mampu menjadi teladan. Tidak hanya berhasil saat 17 Agustus (upacara peringa-tahan Hari Kemerdekaan RI, Red), tetapi sepanjang hidupnya mampu menjadi teladan," kata Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Alifian Mallarangeng, saat acara penyambutan 66 pelajar dari 33 provinsi yang akan menjalani pelatihan Paskibraka tingkat nasional di Jakarta, Jumat (23/7) sore.

Menurut Menpora, anggota Paskibraka boleh dibilang sebagai model ideal pemuda, baik dari segi wawasan kebangsaan, karakter, dan kedisiplinan, maupun intelektualitas. "Mereka ini contoh orang-orang muda. Alumni Paskibraka selama ini jadi orang semua (sukses, red), di profesi masing-masing," katanya.

Sementara itu penanggung jawab pelatihan nasional Paskibraka, Erlangga Masdiana. " menambahkan, untuk membentuk anggota Paskibraka yang berkualitas, selain latihan baris berbaris, mereka juga diberi pembekalan tambahan, misalnya pelatihan kepemimpinan, diplomasi, resolusi konflik dan lain-lain.

Menurutnya, di lokasi pelatihan dan asrama Paskibraka di Cibubur, pihaknya menerapkan pendekatan "desa bahagia", di mana nanti dipilih di antara mereka untuk berperan sebagai lurah, sekretaris, dan perangkat desa lainnya sebagai salah satu bentuk terapan latihan kepemimpinan.

Untuk menambah wawasan, Kemenpora juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri membuat program "Duta Belia". "Mereka akan dikirim ke Malaysia dan Singapura pada 23-25 Agustus mendatang," kata Asisten Deputi Pendidikan dan Kepemimpinan Kepemudaan Kemenpora tersebut Mengingat tugas dan harapan yang dibebankan kepada anggota Paskibraka, kata Erlangga, maka seleksi calon dilakukan dengan ketat, meliputi antara prestasi akademik, kemampuan berbahasa Inggris. penguasaan seni dan budaya, dan kemampuan fisik, (har)

Kriteria Anggota Paskibraka

Kriteria Anggota Paskibraka PDF Print E-mail
Written by Administrator

Seleksi Paskibraka

Pada puncak peringatan hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus akan selalu dilaksanakan suatu upacara yang megah di setiap tingkat, wilayah, kotamadia/kabupaten, propinsi maupun nasional.

Rangkaian upacara selain pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia adalah Pengibaran Bendera Merah Putih. Pada saat itulah anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) melaksanakan tugas mengibarkan Bendera Merah Putih. Anggota Paskibraka adalah generasi muda Indonesia yang yang terpilih dari ribuan siswa sekolah melalui seleksi yang berjenjang. Mereka adalah adalah siswa-siswa pilihan yang mempunyai kelebihan dan prestasi yang dapat dibanggakan dan diharapkan akan menjadi penerus para pejuang untuk menjadi pemimpin Indonesia yang mempunyai rasa nasionalisme tinggi, selalu menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Kriteria umum calon anggota Paskibraka adalah sebagai berikut :

A. Pendidikan :

1. Pelajar atau Siswa sekolah setingkat SMTA.

2. Berusia antara 16 – 18 tahun.

B. Mempunyai ahklak dan moral yang baik, yaitu :

1. Mentaati kewajiban agama yang dianutnya.

2. Memahami norma-norma etika yang berlaku dalam masyarakat

3. Berbudi pekerti luhur serta mempunyai tingkah laku yang baik.

4. Memahami, mempunyai dan melaksanakan etika, sopan santun pergaulan yang baik.

C. Berkepribadian, yaitu :

1. Mudah dan pandai bergaul

2. Bersahaja, sopan dan disiplin.

3. Mandiri

4. Cerdas dan mempunyai prestasi akademis/sekolah yang baik.

D. Kesehatan, yaitu :

1. Sehat jasmani dan rohani.

2. Sigap, tangkas dan licah

3. Tegap, tidak cacat badan dan tidak berkaca mata.

4. Tinggi badan minimal Putra : 165 cm dan Putri : 160 cm

5. Berpenampilan segar, bersih dan menarik

E. Ketrampilan, yaitu :

1. Mahir baris berbaris.

2. Menguasai peraturan dan perlakuan tentang Bendera Kebangsaan dan dapat melaksanakan tugas pengibaran dengan baik.

3. Mempunyai pengetahuan umum secara daerah, nasional maupun internasional dengan sangat baik.

3. Menguasai/Trampil melakukan budaya/kesenian daerahnya.

Tahap seleksi :

Seseorang yang akan menjadi anggota Paskibraka wajib dan harus melalui beberapa tahap seleksi, yaitu :

1. Seleksi tingkat sekolah. Peserta dipilih dan diseleksi di sekolahnya oleh para guru.

2. Seleksi tingkat Kotamadia/Kabupaten. Peserta dari perwakilan sekolah akan diseleksi di tingkat Kotamadya/ Kabupaten dengan materi : baris berbaris, tata upacara bendera, kesegaran jasmani/olah raga, test tertulis, wawancara, , kesenian dan lain sebagainya. Test tertulis dan wawasncara meliputi bidang : pengetahuan umum, pengetahuan daerah, nasional dan internasional, kepemudaan, nasionalisme dan sejarah perjuangan bangsa.

Dari seleksi ini akan terpilih satu atau dua pasang calon anggota paskibraka yang akan mengikuti seleksi di tingkat propinsi. Bagi yang tidak lolos maka akan diseleksi lagi untuk terpilih sebagai anggota paskibraka tingkat kotamadya/kabupaten.

3. Seleksi tingkat provinsi : Peserta test tingkat propinsi adalah peserta yang lulus test di tingkat Kotamadia / Kabupaten di masing-masing propinsi, dengan materi seleksi sama dengan di tingkat Kotamadia/Kabupaten. Biasanya peserta di tingkat propinsi akan diasrama selama beberapa hari untuk mengetahui tekad, semangat dan kemandiran. Selain itu akan terlihat kebiasaan masing-masing peserta terutama dalam melaksanakan tugas sehari-hari seperti dirumahnya masing-masing misalnya mencuci, mengepel, membersihkan dan mengataur kamar dan lain sebagainya.

Dari seleksi tingkat propinsi akan terpilih sepsang utusan (satu orang putra dan satu orang putri) untuk menjadi anggota paskibraka di tingkat nasional. Bagi yang tidak terpilih akan bertugas sebagai anggota paskibraka ditingkat propinsi.

4. Anggota Paskibraka Nasional. Anggota Paskibraka tingkat nasional adalah sepasang utusan tiap propinsi yang akan mengikuti pemusatan latihan selama satu bulan di Jakarta. Mereka akan bertugas pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi di Istana Merdeka Jakarta. Dalam pemusatan latihan di asrama maka akan dilakukan seleksi untuk pembagian kelompok yaitu kelompok 17 (tujuh belas) dan 8 (delapan) dan tugas di masing-masing kelompok.

Demikian gambaran syarat-syarat untuk menjadi anggota Paskibraka. Semoga bermanfaat bagi persiapan para siswa sekolah yang berminat untuk mengikuti seleksi menjadi Paskibraka.

(Budiharjo Winarno, Paskibraka 78)

Kata Mutiara

Waktu Kita Terbatas

Seorang teman berkata: “Waktu memang tak terbatas – tapi waktu kita terbatas

Terkadang kita terlalu disibukkan oleh hal-hal yang begitu remeh sehingga kita terlupa untuk segera menyelesaikan tugas besar yang sebetulnya telah menunggu kita untuk diselesaikan. Coba Anda audit lagi apa yang telah Anda lakukan dalam 1 (satu) bulan ini, mungkin ada beberapa hal yang semestinya bisa diselesaikan dengan cepat di awal atau pertengahan bulan.

Kebanyakan manusia memang demikian adanya sehingga banyak hal yang terlewat dari kita semua.

Saya diberikan tips yang sangat bagus oleh sebuah buku … dan ini sudah terbukti. Sangat sederhana tips ini bahkan terkadang Anda meremehkan loh. Begini: untuk menyelesaikan suatu tugas, Anda sebelum berangkat tidur, coba tuliskan 5 hal yang akan Anda selesaikan esok hari. Lalu Anda cukup berangkat tidur setelah menuliskan 5 hal itu.

Dan buktikan esok paginya. Okay, jangan berkomentar dulu – lakukan dan berikan komentar disini setelah Anda mendapatkan buktinya.

Attitude and Your Destiny

November 20th, 2009
Attitude

Attitude

Halo, kepada ribuan pembaca www.katakatamutiara.com yang lama saya tinggalkan. Mohon maaf karena kesibukan kerja dan kesibukan BISNIS INTERNET, saya baru bisa menyapa para pembaca setia.

Mereka dengan attitude negatif selalu berpikir, “Saya tidak bisa”

Mereka dengan attitude positif selalu berpikir, “Saya pasti bisa”

Mereka dengan attitude negatif selalu berpikir, “Mungkin ada jalan keluar, tapi terlalu sulit”

Mereka dengan attitude positif selalu berpikir, “Hal ini mungkin sulit, tapi ada jalan keluar”

Mereka dengan attitude negatif selalu pasrah dengan keadaan, sementara mereka dengan attitude positif selalu mengambil tindakan.

Mereka dengan attitude negatif selalu melihat keterbatasan-keterbatasan, sedangkan mereka dengan attitude positif selalu melihat kemungkinan-kemungkinan.

Sikap atau attitude sangat menentukan value kita dalam mengarungi kehidupan ini. Banyak orang mengira bahwa sikap adalah hal sepele yang begitu saja mudah diabaikan. Tapi jangan salah, sikap kita menentukan nasib kita kedepan.

Mau coba? TIDAK BAYAR… coba murahlah senyum dan sapa kepada isteri, anak, orang tua dan tetangga Anda. Dan perhatikan serta catat perubahan yang PASTI terjadi.

Dari buku: Fight Like A Tiger Win Like A Champion

Keep Dreaming Keep Action

September 19th, 2009
kata kata mutiara

kata kata mutiara

Einstein mengatakan bahwa: “Ada dua cara menjalani hidup, yaitu menjalaninya dengan keajaiban-keajaiban atau menjalaninya dengan biasa-biasa saja“.

Sekarang ini banyak selogan yang dikeluarkan oleh banyak orang yang topiknya seolah membius kita: “Stop Dreaming Start Action“. Saya mengatakan bahwa slogan itu sepenuhnya tidak benar.

Mengapa? Coba kita bayangkan, segala sesuatu yang Anda jalani saat ini adalah tidak lepas dari ‘dream’ atau mimpi Anda entah beberapa tahun yang lalu kan?

Sejarah pesawat terbang yang menjadi angkutan favorit saat ini berawal dari sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Thomas Alfa Edison juga menemukan bolam lampu dari mimpi besar dia untuk menerangi dunia.

Jadi totally kita semua harus tetap memupuk mimpi-mimpi besar kita untuk membuat perubahan yang membantu terwujudnya dunia yang lebih maju dan bermanfaat bagi orang banyak.

Jadi dua cara untuk untuk menjalani kehidupan ini dan keduanya benar.

1. Dengan penuh keajaiban karena kita menyerahkan totally kepada Kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, dan

2. Dengan biasa-biasa saja, karena yaaa… memang beginilah kehidupan ini.

Dan semua orang jika ditanya, mereka justru akan memilih nomor 1, karena secara fitrah (suci) kita semua adalah ciptaan-ciptaan Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu dekat denngan-Nya.

Jadi, mari kita jalani kehidupan ini dengan penuh ajaib, dengan selalu bersyukur setiap apa yang kita dapatkan. (SAH 20090921)

Sikap Kita Menentukan Segalanya

August 14th, 2009
KATA MUTIARA

KATA MUTIARA

Beberapa tahun yang lalu, saat saya melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, saya sedang menanti di ruang tunggu bandara ketika saya membaca sebuah puisi yang dimuat di sebuah majalan.

Saya percaya, bahwa secara keseluruhan puisi ini merangkum peranan kita dalam mencapai masa depan yang sukses.

SIKAP

Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan

Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.

Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi

Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.

Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.

Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes